Posts Tagged ‘RFID’

BiNus Flazz Card

Thursday, July 16th, 2009

Tepatnya tanggal 9 Juli 2009, BiNus sudah mulai mengimplementasikan Token Card ke berbagai sistem pelayanan mahasiswa, misalnya absensi, perpustakaan, parkir, dlsb.

Hari pertama menggunakan token ini yaitu ketika saya di parkiran motor gedung anggrek. Ternyata sensitifitas sensor nya kurang baik. Begitu juga dengan palang / gate nya yang terkadang masih harus di override secara manual.

Untuk absensi, lumayan hebat karena langsung terintegrasi ke web binus. Nantinya setiap dosen akan mengecek absensi ini di kelas2. Namun, entah karena emg udah memiliki rule/policy bahwa absensi yg valid yaitu sekian menit dari jam masuk kelas atau emg karena msh sistem beta (percobaan), saya dan teman saya yg lain ternyata tidak masuk ke dalam record absensi. Padahal saya sudah tap token card nya ke sensornya sebelum session 2 habis (normalnya 30 menit keterlambatan dari jam masuk kelas)

Itu tanggapan saya. Sekarang saran saya.

Tanggung2 untuk absensi.
Jika memang data mhs sudah terintegrasi ke dalam kartu flazz nya, kenapa gak bikin sensor untuk 1 ruangan kelas dgn memanfaatkan RFID? Sensor akan dijalankan pada batas akhir toleransi keterlambatan. Begitu sensor di jalankan, semua token card, baik yg ada di dompet, celana, tas, akan dapat di baca dan dimasukkan data2 nya ke tabel absensi. Jadi mhs tidak perlu direpotkan lagi dgn masalah tap2 ini.

Tanggung2 untuk parkir.
Msh dgn prinsip yang sama, RFID, mestinya mhs tidak perlu lagi tap-in token card nya ke gate/palang pintu masuk. Terlebih lagi dgn sistem yg masih byk errornya, efisiensi cuma terlihat dari penggunaan kertas parkir. Selebihnya malah gak efektif. Waktu yg dibutuhkan untuk tap dan menunggu kamera menjepret nomor plat motor  serta membuka palang nya relatif sama dgn penggunaan kertas parkir, bahkan lebih cepat menggunakan kertas. Saran saya sih, mending motor atau mobil nya langsung masuk aja. Toh si sensor akan mendeteksi secara otomatis keberadaan token card nya. Validasi dilakukan nanti pas keluar.

Untuk melakukan point nomor 2 (parkir), dibutuhkan suatu aksi, yaitu membuat tabel pada database untuk menginput nomor motor. Data entry saya kira cukup 1-2 bulan dgn sumber data berupa hasil jepretan kamera atau meminta binusian memasukkan nomor plat motor/mobil atau bahkan STNK mereka dari portal web. Dengan begitu lebih canggih karena dengan hanya membaca token card nya, sistem jadi tau apakah motor / mobil tsb asli milik si pemilik token card.

Lantas bagaimana dgn masyarakat umum yg tidak memiliki token card? Ya kan ada alternatif di mesin gate nya. Pake struk. Untuk keluarnya cukup tunjukkan dgn STNK. Lalu bagaimana dengan motor / mobil yg mau dipinjem teman? Simpel, pada saat keluar parkir, si teman itu ckup mengatakan kepada operator bahwa dia minjem motor si A. Lantas si operator akan meminta validasi berupa NIM si A dari si peminjam. Begitu juga si peminjam (teman si A) akan menempelkan token card nya ke sensor yang ada. Dengan begitu program akan mencatat bahwa si A melakukan peminjaman motor si B (pemilik motor asli) pada pukul sekian. Aman bukan?

Tanggung2 di gedung
Untuk yang lebih besarnya, manfaat token card ini ternyata cukup dahsyat. Saya tau di ATL syahdan BiNus memiliki program untuk mendeteksi jaringan internet di lokasi sekitar mereka. Saya pernah liat ini. Program nya cukup bagus. User interface nya berupa gambar peta gitu. Terlihat cukup jelas kos2an mana yg internet nya lagi putus atau gak.

Berbekal dengan hal ini, mestinya bisa dibuat program untuk mendeteksi keberadaan setiap pemilik token card di seluruh area gedung. Pernah main pacman? Nah, sistem akan mendeteksi semua orang yang ada di gedung. Tentunya butuh sensor yang lebih kuat untuk diletakkan di lokasi2 strategis. Nantinya program nya akan dapat melakukan mapping/pemetaan terhadap orang2 yg ada. BAHKAN, mobil pun semestinya bisa dipetakan sedang berada di lantai berapa di gedung parkir walaupun dibutuhkan usaha tambahan.

Tujuannya? Untuk parkir, sistem jadi tau si A parkir mobil di mana. Jika mobil tersenggol oleh mobil laen, korban bisa menanyakan ke operator mobil mana yang melakukan hal itu. Untuk gedung, sistem akan tau siapa aja mhswa yg bolos ke kelas laen, karyawan yg msh asik di kantin, dll.

Sekian tanggapan dan saran saya. Memang agak mustahil untuk terwujud tapi sebenarnya itu gak mustahil. Ingat, kita udah punya modal n kenekatan untuk mengadakan sensor token card dari flazz BCA.

-sky73rx3-